Rabu, 08 April 2015

pertemuan

pada akhirnya, kita dipertemukan.
pertemuan di sebuah persimpangan.
pertemuan yang merentaskan sebuah kisah.
pertemuan yang memberikan rasa berharap lebih.
pertemuan yang membuat aku merasa terusik.
sampai pada saat waktu aku menyadari,
ada kalanya jaga jarak kepadamu adalah keamanan.
karena tidak semua pertemuan itu menyatukan.

Rabu, 04 Maret 2015

Langkahnya menjauh

Kemarin, 4 Maret 2015.
Hal yang selalu aku takuti terjadi (lagi).
Dadaku sesak, kerongkonganku seakan tersumbat hingga sulit berbicara.
Aku hanya bisa terdiam ketika mendengar langkah kakinya sudah pergi jauh.
Yang kulihat keadaan ayahku yang jauh lebih terpukul dariku.
Ayahku seakan belum bisa mengikhlaskan jika ' dia ' melangkah jauh dari kami semua.
Aku berusaha sangat tegar di depan ayahku.
Sungguh sulit menahan semua gejolak yang kurasa.
Aku tau, langkahnya menjauh karena ' dia ' akan berada di tempat terbaik.
Tempat terbaik yang sudah dipersiapkan oleh penulis takdir.
Sungguh pelajaran yang berharga,
Usia tidak ada yang bisa prediksi.
Kita yang masih diberikan usia harus bersyukur,
Lakukan terbaik yang bisa kita lakukan.


Selamat jalan, pakde man (kakak nomor 3 dari ayahku)
Kami sangat menyayangimu

Senin, 02 Maret 2015

mimpi semu

aku ini seorang pemimpi.
pemimpi yang sedang ditawarkan mimpi.
aku ditawarkan cahaya ditaburan awan kelabu.
aku terbuai dalam cahaya yang seakan semua akan menjadi nyata.
namun, ternyata semua mimpi itu semu.
sekarang aku sendiri disini menikmati asa kelam,
dan fantasi metafora ku dalam semunya mimpi.

Jumat, 23 Januari 2015

perpisahan itu pasti

perpisahan suatu yang pasti.
kalau tidak sekarang, besok akan terjadi.
ini hanya persoalan waktu.
tak ada apapun yang bisa menghentikan, memajukan bahkan mengulang.
waktu berjalan bersama kita.
kita hanya bisa menunda sesaat.
namun perjumpaan dan perpisahan seperti dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
itu pasti, begitulah fragmen kehidupan.

Senin, 05 Januari 2015

perpisahan

aku merutuki perpisahan, aku menyesali perjumpaan kita.
aku menyesali kenangan, cerita dan memori kita.
semuanya menyiksaku dan perlahan membunuhku.
kini aku hanya bisa melebur dalam perpisahan.
perpisahan yang tak bisa ku hindari.
perpisahan yang sulit diterima namun itu suatu keharusan.
keharusan yang harus dihadapi, direlakan dan diikhlaskan.